Dhammapada 100 – 115, Sahassa Vagga (Ribuan)

100.
Sahassamapi ce vācā, anatthapadasaṃhitā; ekaṃ atthapadaṃ seyyo, yaṃ sutvā upasammati.

Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.

101.
Sahassamapi ce gāthā, anatthapadasaṃhitā; ekaṃ gāthāpadaṃ seyyo, yaṃ sutvā upasammati.

Daripada seribu bait syair yang tak berguna, adalah lebih baik sebait syair yang berguna, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.

102.
Yo ca gāthā sataṃ bhāse, anatthapadasaṃhitā ‚. ekaṃ dhammapadaṃ seyyo, yaṃ sutvā upasammati.

Daripada seribu bait syair yang tak bermanfaat, adalah lebih baik satu kata Dhamma, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.

103.
Yo sahassaṃ sahassena, saṅgāme mānuse jine; ekañca jeyyamattānaṃ, sa ve saṅgāmajuttamo.

Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.

104.
Attā have jitaṃ seyyo, yā cāyaṃ itarā pajā; attadantassa posassa, niccaṃ saññatacārino.

Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain, orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri.

105.
Neva devo na gandhabbo, na māro saha brahmunā; jitaṃ apajitaṃ kayirā, tathārūpassa jantuno.

Tidak ada Dewa, Mara, Gandhabba, ataupun Brahmana, yang dapat mengubah kemenangan dari orang yang telah dapat menaklukkan dirinya sendiri.

106.
Māse māse sahassena, yo yajetha sataṃ samaṃ; ekañca bhāvitattānaṃ, muhuttamapi pūjaye; sāyeva pūjanā seyyo, yañce vassasataṃ hutaṃ.

Biarpun bulan demi bulan seseorang mempersembahkan seribu korban selama seratus tahun, namun lebih baik jika menghormati orang yang memiliki pengendalian diri, walaupun hanya sesaat saja.

107.
Yo ca vassasataṃ jantu, aggiṃ paricare vane; ekañca bhāvitattānaṃ, muhuttamapi pūjaye; sāyeva pūjanā seyyo, yañce vassasataṃ hutaṃ.

Biarpun selama seratus tahun seseorang menyalakan api pemujaan di hutan, namun sesungguhnya lebih baik jika ia, walaupun hanya sesaat saja, menghormati orang yang telah memiliki pengendalian diri.

108.
Yaṃ kiñci yiṭṭhaṃ va hutaṃ va, loke saṃvaccharaṃ yajetha puññapekkho, sabbampi taṃ na catubhāgameti, abhivādanā ujjugatesu seyyo.

Dalam dunia ini, pengorbanan dan persembahan apapun yang dilakukan oleh seseorang selama seratus tahun untuk memperoleh pahala dari perbuatannya itu, semuanya tidak berharga seperempat bagian pun, daripada penghormatan yang diberikan kepada orang yang hidupnya lurus.

109.
Abhivādanasīlissa, niccaṃ vuḍḍhāpacāyino; cattāro dhammā vaḍḍhanti, āyu vaṇṇo sukhaṃ balaṃ.

Ia selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, kelak akan memperoleh empat hal, yaitu: umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.

110.
Yo ca vassasataṃ jīve, dussīlo asamāhito; ekāhaṃ jīvitaṃ seyyo, sīlavantassa jhāyino.

Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi memiliki kelakuan buruk dan tak terkendali, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang memiliki sila dan tekun bersamadhi.

111.
Yo ca vassasataṃ jīve, duppañño asamāhito; ekāhaṃ jīvitaṃ seyyo, paññavantassa jhāyino.

Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak bijaksana dan tidak terkendali, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang bijaksana dan tekun bersamadhi.

112.
Yo ca vassasataṃ jīve, kusīto hīnavīriyo; ekāhaṃ jīvitaṃ seyyo, vīriyamārabhato daḷhaṃ.

Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi malas dan tidak bersemangat, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang berjuang dengan penuh semangat.

113.
Yo ca vassasataṃ jīve, apassaṃ udayabbayaṃ; ekāhaṃ jīvitaṃ seyyo, passato udayabbayaṃ.

Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi, sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi.

114.
Yo ca vassasataṃ jīve, apassaṃ amataṃ padaṃ; ekāhaṃ jīvitaṃ seyyo, passato amataṃ padaṃ.

Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat "keadaan tanpa kematian" (nibbana), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat "keadaan tanpa kematian".

115.
Yo ca vassasataṃ jīve, apassaṃ dhammamuttamaṃ; ekāhaṃ jīvitaṃ seyyo, passato dhammamuttamaṃ.

Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat keluhuran Dhamma (Dhammamuttamam), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat keluhuran Dhamma.

You might also like