Bhante Cittagutto Mahathera – Bisakah Kucari Surga itu ada dimana?

Bisakah Kucari Surga itu ada dimana? (Narasumber: Bhante Cittagutto Mahathera)
Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) ke VIII, 26-Apr-2019

Umat perumah tangga biasanya memiliki keinginan bahagia, dan banyak yang salah menafsirkan adalah kebahagiaan setelah kehidupan (surga), kebahagiaan semu yang belum tercapai, bermimpi indah. Bisakah mimpi menjadi kenyataan? Mimpi akan menjadi sia-sia jika tidak diusahakan. Umat awam memiliki banyak sudut pandang di dalam memaknai mimpi sehingga lupa makna sejati dari kebahagiaan sejati.

Sebelum kematian tiba, jika belum mengerti tentang surga? Mau hidup bahagia kapan? Dimana? Pengalaman hidup adalah gambaran jelas jalan menuju kebahagiaan. Usaha yang benar menghasilkan buah yang baik.

  • Kapan? Sekarang waktu tepat untuk berbahagia dengan cara sukses menggunakan usaha keras perjuangan.
  • Dimana? Tempat ini, tempat untuk berbahagia dengan cara mengurangi Lobha (keserakahan), Dosa (kebencian) dan Moha (ketidaktahuan/kedelusian/kebodohan).
  • Dengan siapa? Dengan orang sekitar kita dengan menebar cinta kasih kesemua makhluk yang dekat atau sekitar kita.

Berdamai dengan masyarakat adalah salah satu sebab kita berbahagia sekarang. Untuk bahagia kita perlu benahi diri dengan mengubah kebiasaan buruk dan menggunakan pengalaman sebagai guru terbaik serta mengurangi masalah pertentangan. Selain itu, membuat orang lain bahagia, baik pada semua orang dimanapun dapat terciptanya suasana harmonis tentram dan bahagia.

Menciptakan kebahagian bisa dimulai dari lingkup keluarga dilanjutkan bermasyarakat kemudian bernegara. Pribadi yang bisa mengendalikan diri, menahan diri, terkendali dalam sikap membuat kondisi sekitar lebih nyaman dan damai, sehingga mudah berbahagia jika ada masalah mudah dipecahkan.

Belajar Dhamma dengan baik, dicerna, dipahami dengan tenang. Bisa membuat pikiran tenang dan mengkondisikan batin seimbang. Mejadikan Dhamma sebagai petunjuk bagi kita untuk bersikap baik dan mengurai apa yang dirasakan sekarang serta dinikmati hari ini? Berbenah mengubah hal buruk menjadi baik dengan menggunakan Dhamma.

Kehidupan sehari-hari dimulai pagi hari di dalam keluarga. Begitu pula kehidupan kita dimulai dari keluarga tempat kita dilahirkan bagaimana kita menjalani dan berusaha mengubah perilaku lewat tubuh, ucapan dan pikiran sebagai berikut:

  1. Gelap menuju gelap → jika kita tidak berusaha mengubah karakter kita menjadi lebih baik lewat tubuh, ucapan dan pikiran.
  2. Gelap menuju terang → pribadi yang mau belajar merubah karakter, motivasi hidup menjadi lebih baik lewat tubuh, ucapan dan pikiran.
  3. Terang menuju gelap → pribadi yang stagnan atau merubah karakter baik menjadi kurang baik lewat tubuh, ucapan dan pikiran.
  4. Terang menuju terang → pribadi terus berusaha mengembang karakter yang baik menjadi lebih baik lagi lewat tubuh, ucapan dan pikiran.

Setiap orang mempunyai tanggung jawab masing-masing untuk kebahagiaan pribadinya.Misalnya guru membimbing murid, atasan mengayumi bawahan, orang tua menyayangi anak dan Dokter & perawat merawat pasien dan lain-lain.

Ada tiga tipe manusia

  1. Mudah dirawat & disokong
  2. Sulit dirawat & disokong
  3. Bisa dirawat & disokong dengan cara tertentu

Ketika seseorang ingin berbahagia, maka dia perlu mengerti cara bahagia dengan mengerti jenis bahagia sehingga tahu cara berbahagia. Bahagia dimulai dari diri sendiri dilanjutkan ke lingkungan sekitar, mengerti kehidupan dengan segala tantangannya. Cara kita menanggapi hidup ini. Manfaat diri pribadi yang waspada dalam menentukan sikap kita pada orang lain, kebiasaan baik membuat kita menjadi karakter yang baik, hingga bahagia kini, sekarang dan seterusnya.

Bibit awal bahagia adalah cara kita mengkondisikan bahagia sejak awal yang harus diperjuangkan sehingga berbuah kebahagiaan pada akhirnya.

You might also like