Ratana sutta (Sutta Permata) di Khuddaka Nikāya (KN) bagian Khuddakapāṭha 6 (Kp 6) Parallels dengan Sutta Nipata (Snp 2.1)

Makhluk apa pun juga berkumpul di sini
Baik di bumi, maupun di angkasa;
Semoga semuanya bersukacita.
Kini, dengarkanlah Ajaran dengan hormat.

Duhai para makhluk, perhatikanlah!
Perlakukanlah semua manusia dengan cinta-kasih!
Lindungilah mereka tanpa lengah,
sebagaimana mereka menghaturkan sesajian siang dan malam.

Harta apa pun yang terdapat di alam ini atau di alam-alam lain,
Atau mustika gemilang apa pun yang ada di alam surga
Mustika itu tiada yang setara dengan Sang Tathāgata
Inilah mustika mustika gemilang pada Sang Buddha
Demi kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Sang Sakyamuni berhati teguh, telah mencapai
Musnahnya kilesa, habisnya nafsu, nan abadi dan gemilang.
Tiada suatu apa pun setara dengan Dhamma.
Inilah mustika gemilang pada Dhamma.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Sang Buddha nan luhur memuji samādhi yang murni
Yang disebut samādhi pemberi hasil langsung.
Tiada suatu apa pun setara dengan samādhi itu.
Inilah mustika gemilang pada Dhamma.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Delapan Makhluk Suci yang dipuji oleh para bijaksanawan,
Terdiri dari empat pasang Makhluk Suci,
Adalah Siswa-Siswa Sugata; yang patut menerima persembahan.
Dana yang dihaturkan kepada mereka memberi pahala besar.
Inilah mustika gemilang pada Sangha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Mereka telah berdaya upaya baik dalam Ajaran Sang Gotama,
Berhati teguh, terbebas dari nafsu-nafsu.
Mereka telah mencapai yang patut dicapai, menembus Amerta,
Mencapai dan menikmati padamnya kilesa tiada sisa.
Inilah mustika gemilang pada Sangha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Bagaikan sebuah pilar pintu kota yang tertanam kuat dibumi
Tak tergoyahkan oleh angin dari empat penjuru;
Demikianlah, seseorang yang melihat Empat Kebenaran Mulia.
Tathāgata menyebutnya ‘sappurisa’, tak goyah oleh lokadhamma.
Inilah mustika gemilang pada Sangha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Mereka yang telah menembus Empat Kebenaran Mulia,
Yang dibabarkan jelas oleh Yang Berkebijaksanaan Dalam,
Meski masih tergoda, mereka takkan terlahir kedelapan kalinya.
Inilah mustika gemilang pada Sangha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Dengan kesempurnaan Pandangan Benar, sotāpanna telah mematahkan tiga belenggu, yakni
Sakkāya-Diṭṭhi (kepercayaan takhayul, tentang adanya diri), Vicikicchā (keraguan) dan Sīlabbata-parāmāsa (kelekatan keliru pada sīla dan brata).
Mereka telah bebas dari empat alam menyedihkan dan tak mungkin melakukan enam keburukan berat.
Inilah mustika gemilang pada Sangha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Ia (sotāpana) masih dapat melakukan perbuatan buruk, baik melalui jasmani, ucapan ataupun pikiran.
Namun, ia tak akan menyembunyikan perbuatan buruk itu.
Sabda Sang Buddha, “Tiada perbuatan buruk yang tertutupi bagi ia yang telah melihat jalan Nibbāna.”
Inilah mustika gemilang pada Sangha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Bagaikan pohon nan rimbun di hutan,
yang bermekaran bunganya di awal musim panas;
Demikianlah Dhamma nan agung telah dibabarkan demi pencapaian Nibbāna, sebagai manfaat terluhur.
Inilah mustika gemilang pada Buddha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Sang Buddha nan luhur, Penglihat Nibbāna nan luhur,
Pemberi Buah nan luhur, Pembimbing ke Jalan nan Luhur,
Telah membabarkan Dhamma nan luhur tiada bandingnya.
Inilah mustika gemilang pada Buddha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Telah sirna perbuatannya (dilandasi oleh tanha) yang lampau.
Tiada pula perbuatannya yang baru.
Mereka (para Arahanta Khinasava), yang bijaksana, bebas dari kelahiran kembali,
Telah musnah benih-benih perbuatannya.
Tak tumbuh lagi tunas kelahiran kembalinya.
Mereka mencapai Nibbāna bagai pelita yang padam ini
Inilah mustika gemilang pada Sangha.
Dengan kebenaran ini, semoga tercapailah kesejahteraan.

Makhluk apa pun yang berkumpul di sini,
Baik yang berada di bumi atau pun di angkasa;
Marilah bersama-sama menghormat Sang Buddha,
Tathāgata, yang dipūjā para dewa dan manusia,
Semoga tercapailah kesejahteraan.

Makhluk apa pun yang berkumpul di sini,
Baik yang berada di bumi atau pun di angkasa;
Marilah bersama-sama menghormat Dhamma,
Tathāgata, yang dipūjā para dewa dan manusia,
Semoga tercapailah kesejahteraan.

Makhluk apa pun yang berkumpul di sini,
Baik yang berada di bumi atau pun di angkasa;
Marilah bersama-sama menghormat Sangha,
Tathāgata, yang dipūjā para dewa dan manusia,
Semoga tercapailah kesejahteraan.

Sumber: Buku Paritta Suci

Baca Juga